Lingkungan

234 SC Kampar Bersama Puluhan Komunitas Penggiat Lingkungan, Dukung Konferensi Sungai Indonesia 2026 Di Jawa Timur 

banner 160x600

riaubertuah.id

Dirgantara News, KAMPAR – DPD 234 SC Kampar bersama puluhan komunitas penggiat lingkungan menyatakan dukungan penuh terhadap Konferensi Sungai Indonesia 2026 yang berlangsung pada 25–27 Juli di Jawa Timur.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua DPD 234 SC Kampar, Rico Febputra, SH, sebagai bentuk komitmen mendorong penyelesaian berbagai persoalan sungai di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau. 

Untuk Delegasi dari Riau, Pondok Belantara Adventure dipercayai menghadiri dan menjadi peserta pada Konferensi Sungai Indonesia 2026.

Melalui forum nasional itu, berbagai persoalan pencemaran sungai diharapkan mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah sehingga mampu melahirkan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan.

Ketua DPD 234 SC Kampar, Rico Febputra, SH mengatakan bahwa Konferensi Sungai Indonesia merupakan momentum penting untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini terjadi di kawasan sungai, terutama di Provinsi Riau yang memiliki banyak daerah aliran sungai strategis.

Menurut Rico, sungai bukan sekedar bentang alam, melainkan sumber kehidupan yang menopang aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan air, mata pencaharian, hingga keseimbangan ekosistem. 

"Konferensi Sungai Indonesia sebagai bentuk menyampaikan isu-isu sungai, terkhusus di Riau," kata Rico Febputra, SH, yang juga Managing Partner Rifera & Paramitra Law Firm sekaligus Penggiat Pencinta Alam, Sabtu, (25/07/2026).

Ia menjelaskan, pada Konferensi Sungai Indonesia tahun ini, Pondok Belantara Adventure akan menjadi perwakilan dari Provinsi Riau. 

Rico menegaskan bahwa Riau memiliki sejumlah sungai besar yang memiliki peran penting terhadap kehidupan masyarakat maupun lingkungan. 

"Harapan kita, mereka bisa membawa isu-isu pencemaran sungai yang ada di Riau terutama Sungai Kampar, Siak, Indragiri dan lain-lain," ujarnya.

Menurutnya, forum seperti Konferensi Sungai Indonesia menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai komunitas, akademisi, pegiat lingkungan, hingga pemerintah dalam merumuskan solusi terhadap persoalan sungai yang terus berkembang.

Rico juga menyampaikan harapan kepada pemerintah agar memberikan perhatian yang lebih besar terhadap keberadaan sungai sebagai bagian penting dari ekosistem.

"Kepada Pemerintah agar bisa sadar bahwa Sungai adalah ekosistem yang patut di jaga, untuk keberlangsungan hidup," tegasnya.

Selain meminta perhatian pemerintah, Rico turut mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan sungai. Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan tidak akan berhasil apabila hanya dibebankan kepada pemerintah atau komunitas tertentu.

"Kepada masyarakat mari kita jaga sungai kita, agar tetap bersih dan bebas dari pencemaran," ajaknya.

Dukungan DPD 234 SC Kampar bersama puluhan komunitas penggiat lingkungan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sungai semakin berkembang di tengah masyarakat. Kesadaran kolektif tersebut menjadi modal penting dalam membangun gerakan pelestarian lingkungan yang lebih luas.

Konferensi Sungai Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan aksi nyata. Persoalan pencemaran sungai membutuhkan langkah yang terukur, pengawasan yang berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.

Di tengah meningkatnya berbagai tantangan lingkungan, keberadaan sungai harus ditempatkan sebagai aset kehidupan yang wajib dilindungi. Sungai yang bersih bukan hanya mencerminkan kualitas lingkungan, tetapi juga menjadi penopang kesehatan masyarakat, keberlanjutan ekonomi, dan keseimbangan ekosistem.

Melalui partisipasi Riau dalam Konferensi Sungai Indonesia 2026, harapan besar disematkan agar persoalan pencemaran Sungai Kampar, Sungai Siak, Sungai Indragiri, serta sungai-sungai lainnya dapat memperoleh perhatian lebih luas. 

"Dukungan dari berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa pelestarian sungai bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang harus diwujudkan melalui kerja sama seluruh pihak,"tutup Rico.***red/rfm