Dirgantara News, Pekanbaru - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat Angka Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah tersebut pada Mei 2026 sebesar 4,09 persen atau sebanyak 140.696 orang dari angkatan kerja yang mencapai 3,44 juta orang.
Kepala BPS Riau Asep Riyadi mengatakan secara persentase, angka ini turun 0,0008 poin persentase dibandingkan Februari 2026 yang juga sebesar 4,09 persen. Ini berarti bahwa dari 100 orang dalam angkatan kerja, terdapat sekitar empat orang pengangguran.
Pada Mei 2026, TPT perempuan adalah 4,54 persen, lebih tinggi dari TPT laki-laki yang sebesar 3,86 persen. TPT laki-laki mengalami peningkatan sebesar 0,03 poin persentase dan TPT perempuan mengalami penurunan sebesar 0,03 poin persentase jika dibandingkan dengan Februari 2026, katanya di Pekanbaru, Kamis.
Pada periode yang sama, ia mengatakan bahwa TPT lulusan sekolah menengah kejuruan adalah yang tertinggi dibandingkan dengan lulusan tingkat pendidikan lainnya, yaitu 8,79 persen. Sedangkan TPT terendah adalah pendidikan dasar dan di bawahnya, yaitu 2,13 persen.
Secara umum, ia menjelaskan bahwa penduduk usia kerja Provinsi Riau pada Mei 2026 berjumlah 5,09 juta jiwa, meningkat 18,30 ribu jiwa dibandingkan Februari 2026. Sebagian besar penduduk usia kerja adalah angkatan kerja, yaitu 3,44 juta jiwa, sisanya termasuk non-angkatan kerja sebanyak 1,65 juta jiwa.
Jumlah angkatan kerja secara keseluruhan meningkat sebanyak 83,79 ribu orang, jumlah penduduk usia kerja meningkat sebanyak 80,09 ribu orang, sedangkan pengangguran meningkat sebanyak 3,70 ribu orang. Dengan demikian, lanjutnya, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Riau mengalami peningkatan pada Mei 2026 sebesar 67,58 persen, naik 1,41 poin persentase dibandingkan Februari 2026
Berdasarkan jenis kelamin, TPAK cenderung lebih tinggi pada pria. Pada Mei 2026, TPAK pria adalah 86,82 persen sedangkan TPAK wanita adalah 47,59 persen.
"Dibandingkan dengan Februari 2026, TPAK pria meningkat sebesar 2,34 poin persentase dan TPAK wanita meningkat sebesar 0,45 poin persentase," katanya.
Sementara itu, tiga bidang pekerjaan yang menyerap tenaga kerja terbanyak di Provinsi Riau adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yaitu sebesar 33,39 persen. Kemudian Perdagangan Grosir dan Eceran, Perbaikan dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 17,44 persen dan Industri Pengolahan sebesar 7,94 persen.
Kemudian, jumlah penduduk yang bekerja di sektor informal mencapai 1,776 juta orang (53,84 persen). Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal mencapai 1,523 juta orang (46,16 persen).***red/rfm


